Bermain bersama fari dan fathi

Selasa, 18 Oktober 2016

Dongeng dinosaurus | fairytale dinosaurs

Cerita anak malaikat-malaikat Allah swt | Children's stories angels

Dongeng dari fari (anak yang malas) | Indonesian Fairy Tales

Dongeng kecerdasan | menimbang gajah???| Fairytales smart

Dongeng Kejujuran | Mengakui Kesalahan | Official video

Dongeng mencari Teman | Fairy tales looking friendship | Friends

Dongeng Jangan Menyukai sesuatu berlebihan ❤️ Anak dan Sisir ❤️ Fairy ta...

Cartoon ❤️ Dongeng Otong ❤️ Funny Cartoons For Children

Rabu, 14 September 2016

https://www.facebook.com/Bermain-bersama-fari-dan-fathi-1437541942938862/

Sabtu, 27 Agustus 2016

Mukidi

Cewek cantik mengajari gitar/ukulele suaranya merdu

Cewek cantik main gitar dan pinter nyanyi (ukulele)

Cewek cantik pinter main gitar (ukulele) dan nyanyi

Penemu sosok Mukidi

Nama
Soetantyo Moechlas pencipta nama Mukidi yang heboh di media sosial  Mukidi mendadak heboh di diskusi media sosial. Terutama di grup WhatsApp. Bisa jadi Anda juga menjadi "korban" Muk. Ternyata, nama yang jadi viral itu diambil dari salah satu adegan dalam film Warkop DKI (Dono, Kasino, Indro). Penciptanya, seorang pensiunan product manager perusahaan farmasi bernama Soetantyo Moechlas.
'' Iseng saja pakai nama itu. Saya inget kata-kata yang diucapkan Dono (Warkop), Mukidi, '' kata Soetantyo saat dihubungi oleh media Jawa Pos, kemarin (26/8).
Penciptaan karakter Mukidi sebenarnya sudah lama, sekitar 90-an. Saat itu Pak Yoyo, sapaan Soetantyo, sering mengirim cerita lucu ke program Ida Krisna Show di radio Prambors.
Ketika mengirim banyolan di Prambors, Pak Yoyo sudah menggunakan nama Mukidi untuk karakter banyolannya. Mukidi dikisahkan berasal dari Cilacap.
Masih banyak yang menarik dari sosok Mukidi


Jumat, 26 Agustus 2016

Jambul mukidi berdiri

JAMBUL MUKIDI BERDIRI

Tak seperti biasa, Mukidi pulang lebih awal. Jam 22.00 lebih dikit. Karena biasanya dia pulang berbarengan sm tukang sayur pergi ke pasar induk. Yang anehnya lagi, tumben bgt Mukidi pulang dengan senyam senyum lebar hampir tumpah meruah..kaya kerupuk di atas mangkok bubur. Dan langsung ngibrit menyapa si istri yang sudah selonjoran di dalam kamar.

Mukidi: hay honey ..
Istri: tumbeeen, biasanya manggilnya agan. (Maklumlah mukidi jg kaskuser yang sering ditimpukin batubata orang sekampung)

Mukidi: aku ada oleh2 cerita baru nih ..
Istri: apaan, habis diturunin di tol sm supir lg?
Mukidi: bukan ..

Istri: hmmm .. pasti gajah lagi ??
Mukidi: bukaan .. ih honey apaan cih .. (gigit sisir)

Istri: trus apaan..abis naik onta terus kejebur jurang ???
Mukidi: bukaan umii yang sholehah & rajin ikut arisan .... td abi alhamdulillah abis bayar kurban di indom * ret loh. Ini struknya .. biar berlimpah keberkahannya buat keluarga kecil kita honey ku .... (Mukidi mendadak alim dan jambulnya berdiri)

Istri: ahhh ayaaang ... so sweet bingit .. * ceklek .. (langsung matiin lampu)

Ternyata gara2 klik ini yg bikin jambul mukidi bs berdiri 😀

Menyanyi bersama (Pelepasan playgroup)

Bermain bersama (7SAI)

Foto mukidi




Mukidi dengan dokter

Seri Mukidi:

* MUKIDI DENGAN dokternya *

Dokter: "Jaga kolesterol ya Pak, hindari mkn daging berlemak & jeroan, terutama Kambing !!!"

Mukidi: "Wah kambiing itu kesukaan saya. Jadi saya harus makan apa dok?"

Dokter: "Pokoknya segala macam yang berenang di air tawar aman untuk dimakan."

Seminggu kemudian dokter mampir di rumah Mukidi

Dokter: "Bapak ada?"

Pembantu: "Ada dok, Bapak sejak pagi berenang ... tuh di kolam renang"

Dokter: "Wah, rajin olah raga ya?"

Pembantu: "Bukan dok, Bapak lagi ngajarin kambing berenang ... biar aman dimakan, kata Bapak ..."

Dokter: "Oooo ... Wedhuuus .. !!"
😂😂😂😂

Kisah mukidi

HIKMAH JUM'AT
(Kisah: Ternyata Mukidi sejak kecil sudah dermawan dan pinter lo ....)

INI KISAHNYA:

Sesudah Jumatan aku masih duduk di teras mesjid di salah satu kompleks sekolah. Jamaah mesjid sudah sepi, bubar masing-masing dengan kesibukannya.

Seorang nenek tua menawarkan dagangannya, kue traditional. Satu plastik harganya lima ribu rupiah. Aku sebetulnya tidak tertarik, tetapi karena kasihan aku beli satu plastik.

Si nenek penjual kue terlihat letih dan duduk di teras mesjid tak jauh dariku. Kulihat masih banyak dagangannya. Tak lama kulihat seorang anak lelaki dari komplek sekolah itu mendatangi si nenek. Aku perkirakan bocah itu baru murid kelas satu atau dua.

Dialognya dengan si nenek jelas terdengar dari tempat aku duduk.

"Berapa harganya Nek?" Tanya anakkecil (Mukidi)
"Satu plastik kue Lima ribu, nak", jawab si nenek.

Anak kecil itu mengeluarkan uang lima puluh ribuan dari kantongnya dan berkata:

"Saya beli 10 plastik, ini uangnya, tapi buat Nenek aja kuenya kan bisa dijual lagi." Pinta anak kecil (Mukidi)

Si nenek jelas sekali terlihat berbinar2 matanya:

"Ya Allah terima ksh bnyk Nak. Alhamdulillah ya Allah kabulkan doa saya utk beli obat cucu yg lagi sakit. "Si nenek langsung jalan.

Refleks aku panggil anak lelaki itu.

"Siapa namamu? Kelas berapa? "Tanyaku

"Nama saya Mukidi kelas 2 SD pak", jawabnya sopan.
"Uang jajan kamu sehari lima puluh ribu ya? '"

"Oh .. tidak Pak, saya dikasih uang jajan sama papa sepuluh ribu sehari. Tapi saya tidak pernah jajan, karena saya juga bawa bekal makanan dari rumah. "Jawab Mukidi
"Jadi yang kamu kasih ke nenek tadi tabungan uang jajan kamu sejak hari senin?", Tanyaku semakin tertarik.

"Betul Pak, jadi setiap jumat saya bisa sedekah Lima puluh ribu rupiah. Dan sesudah itu saya selalu berdoa agar Allah berikan pahalanya untuk ibu saya yang sudah meninggal. Saya pernah mendengar ceramah ada seorang ibu yang Allah ampuni dan selamatkan dari api neraka karena anaknya bersedekah sepotong roti, Pak ", kilah Mukidi yg anak SD klas 2 itu berbicara dengan fasihnya.

Aku pegang bahu anak itu:

"Sejak kapan ibumu meninggal, Mukidi?"
"Ketika saya masih TK, pak" jawabnya

Tak terasa air mataku menetes:

"Hatimu jauh lebih mulia dari aku Mukidi, ini aku ganti uang kamu yg Lima puluh ribu tadi ya ...", kataku sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan ke tangannya.

Tapi dengan sopan Mukidi menolaknya dan berkata:

"Terima kasih banyak, Pak ... Tapi untuk kebutuhan bapak aja, saya masih anak kecil tidak punya tanggungan ... Tapi ayah punya keluarga .... Saya pamit balik ke kelas Pak ".kata Mukidi

Mukidi menyalami tanganku dan menciumnya.

"Allah menjagamu, nak ..", jawabku lirih.

Aku pun beranjak pergi, tidak jauh dari situ kulihat si nenek penjual kue ada di sebuah apotik. Bergegas aku kesana, kulihat si nenek akan membayar obat yang dibelinya.

Aku bertanya kepada kasir berapa harga obatnya. Kasir menjawab: "Empat puluh ribu rupiah .."

Aku serahkan uang yang ditolak Mukidi tadi ke kasir: "Ini saya yang bayar ... Kembaliannya berikan kepada si nenek ini .." Pintaku pada Pegawai Apotik

"Ya Allah .. Pak ..."

Belum sempat si nenek berterima kasih, aku sudah bergegas meninggalkan apotik ... Aku bergegas menuju Pandeglang menyusul teman-teman yang sedang keliling dakwah disana.

Dalam hati aku berdoa semoga Allah terima sedekahku dan ampuni kedua orang tuaku serta putri tercintaku yang sudah pergi mendahuluiku kembali kepada Allah.

Sahabat ada kalanya seorang anak lebih jujur ​​dari pada orang dewasa, ajarkanlah anak2 kita dari dini, tindakan nyata yg bukan teori semata.

Mudah2an kisah ini membuka hati kita tuk sll bisa berbagi antar sesama .... amien.