Lalu mukidi kesemarang merantau..
Tugas belajar..
Setelah dipecat jd supir dokter.
Kaya dg kedudukannya
Nih *Mukidi* bikin ulah lagi,....
Di suatu jalan yg ramai di pinggir kota Semarang
Karena takut terlambat sekolah, Mukidi, melaju dgn motornya tanpa hiraukan rambu2 lalin.
*Polantas*: "Stopppp!"
*Mukidi*: "Kok disetop kenapa Pak?"
*Polisi*: " Anda melanggar rambu2 lalulintas! Tolong keluarkan SIM, STNK dan KTP nya!"
*Mukidi* keluarkan jurus berkelit : "Maaf pak saya tidak punya, saya masih anak sekolah Pak..."
*Polisi*: "Kalau begitu motor saya tahan, dan Saudara saya tilang, siapkan uang Rp. 500.000,- untuk disetor ke BRI"
*Mukidi* coba berkelit lagi: "Tolong pak, kan saya anak sekolah, jadi nggak banyak punya uang, kita damai saja ya pak?..."
*Polisi*: "Memangnya kamu punya uang berapa buat damai....?"
*Mukidi*: "Saya lihat Bapak tadi merokok, bgmana saya belikan saja rokok di warung seberang jalan itu..."
*Polisi*: " Ya sudah... beliin Marlboro ya, tapi motornya tetap disini."
Mukidi langsung nyebrang jalan menuju warung,
*Mukidi*:"Bang... saya disuruh ngambil rokok dulu sama pak polisi itu (sambil menunjuk Pak Polisi di seberang jalan).
Marlboro 4 bungkus!"
*Tk.Warung*: "Polisi yang mana...? Awas, Jangan coba2 menipu saya!!."
*Mukidi*: "Yang itu! kemudian dia berteriak: "Pak, pak.. rokok yang ini 'kan?" Sambil tunjukkan rokok Marlboro.
*Polisi*: "Yaaa siiippp...!"
*Mukidi*: "Tuh 'kan... Nanti dia yang akan bayar...!" Sambil nyeberang jalan bawa 4 bungkus rokok!
Rokok yg 2 dia kantongi, yg 2 diserahkan: "Nih Pak, dua bungkus!."
*Polisi*: "Hmm... , baiklah, Lain kali hati-hati ya!"
*Mukidi*: "Trims Pak...!", terus tancap gas wuzz!
Dua jam kemudian...
*Tk.Warung* mendatangi pos polisi: "Pak, suruhan bapak tadi kan ngambil rokok Marlboro 4 bungkus, katanya bapak yang bayar."
*Polisi*: "Haaahh!! Bedes sialan! Polisi pun berani juga dia tipu...!!!"
π³π³π³πππππ. ππΏππΏππΏππΏππΏππΏππΏ